Kata "Fanaa" dalam bahasa Sufi berarti "hancur" atau "lenyap" dalam cinta. Judul ini sangat merepresentasikan keseluruhan plot film garapan sutradara Kunal Kohli ini.

Fanaa, yang secara harfiah berarti "pemusnahan" atau "kehancuran diri" dalam konteks Sufi, berpusat pada kisah (diperankan oleh Kajol), seorang gadis Kashmiri yang buta. Zooni memutuskan untuk pergi ke Delhi meskipun mendapat peringatan dari teman-temannya. Di sana, ia bertemu dengan Rehan Qadri (diperankan oleh Aamir Khan), seorang pemandu wisata yang karismatik, jenaka, dan sedikit nakal.

Agar tidak tersesat, ikuti langkah ini:

Musik yang digubah oleh Jatin-Lalit dengan lirik dari Prasoon Joshi menghasilkan lagu-lagu hit seperti "Chand Sifarish" dan "Mere Haath Mein" . Lagu-lagu ini masih sering didengarkan dan digunakan sebagai backsound video viral di TikTok atau Reels.

Sebelum membahas teknis penontonan, mari kita rekap cerita yang membuat Fanaa begitu ikonik.

There are some films that don’t just tell a story—they take you hostage. For me, Fanaa (2006) is one of them. And thanks to Bilibili’s upload, I just got swept back into that whirlwind of snow, secrets, and shattered hearts.

Dirilis dua dekade lalu, Fanaa dibintangi oleh dua raksasa Bollywood: (Rehan Qadri) dan Kajol (Zooni Ali Beg). Sinopsis singkatnya menggoda namun kompleks: Zooni (Kajol) adalah seorang penari buta yang ceria di Kashmir. Rehan (Aamir Khan) adalah seorang pemandu wisata lokal yang nakal, jenaka, dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Apakah Anda ingin membaca film Fanaa ?